Skripsi yang Bercerita: Menjelajahi Dunia Kualitatif dan Kuantitatif

Penulis

Meiselina Irmayanti
Universitas Bengkulu
Abdul Muktadir
Universitas Bengkulu
##plugins.pubIds.doi.readerDisplayName## https://doi.org/10.33369/press.25

##submission.synopsis##

Naskah Skripsi yang Bercerita: Menjelajahi Dunia Kualitatif dan Kuantitatif disusun untuk menjawab kebutuhan yang sering luput dalam proses akademik, yaitu kemampuan merancang penelitian yang sahih sekaligus menyampaikan gagasan secara bernas, terstruktur, dan mudah diikuti pembaca. Di banyak ruang bimbingan, kendala utama mahasiswa bukan semata kurangnya data atau teori, melainkan kegagalan menautkan pertanyaan riset, pilihan metode, dan cara menulis menjadi satu alur argumentasi yang utuh. Bagian inilah yang ingin dituntun buku ini sejak halaman awal.

Kerangka buku ini berpijak pada prinsip desain penelitian yang menuntut keselarasan antara masalah, pertanyaan, paradigma, teknik pengumpulan data, serta rencana analisis. Tradisi metodologi modern menekankan bahwa pemilihan pendekatan kualitatif, kuantitatif, atau campuran tidak boleh ditentukan oleh kebiasaan kelas atau keterbatasan alat, melainkan oleh logika pertanyaan dan kontribusi yang hendak dicapai. Perspektif ini sejalan dengan penjelasan Creswell dan Creswell mengenai desain riset yang menempatkan kesesuaian metode sebagai fondasi validitas dan keterandalan karya ilmiah.

Di sisi lain, buku ini juga memandang penulisan ilmiah sebagai kerja retorika yang bertanggung jawab. Prosa akademik tidak harus kering, namun harus disiplin, jernih, dan dapat ditelusuri. Gagasan yang kuat layak disampaikan dengan bahasa yang tertata, karena keterbacaan adalah bagian dari kualitas argumentasi. Gagasan Helen Sword tentang pentingnya ekspresi akademik yang elegan memperkuat keyakinan bahwa ketepatan ilmiah dapat berjalan bersama kejelasan narasi, tanpa mengorbankan ketelitian.

Kekuatan skripsi juga ditentukan oleh cara penulis memperlakukan data dan etika publikasi. Integritas akademik bukan sekadar urusan angka kemiripan, melainkan ketepatan sitasi, kejujuran pelaporan, dan kesadaran atas batas temuan. COPE menegaskan bahwa dugaan plagiarisme dan pelanggaran etika ditangani melalui prosedur yang ketat, karena reputasi ilmiah dibangun oleh keterlacakan sumber dan akuntabilitas proses. Karena itu, buku ini menempatkan disiplin rujukan, transparansi metode, serta etika pengelolaan data sebagai kebiasaan kerja, bukan aksesori di bagian akhir naskah.

Pada ranah kualitatif, pembaca diajak memahami bagaimana temuan lahir dari proses analisis yang memiliki jejak keputusan. Praktik analisis tematik, misalnya, menekankan pentingnya pengembangan tema yang refleksif dan dapat dipertanggungjawabkan melalui pembacaan berulang, pengodean yang konsisten, serta penulisan hasil yang menautkan bukti dan interpretasi secara wajar. Penjelasan Braun dan Clarke tentang thematic analysis memberi landasan kuat untuk melihat analisis sebagai kerja sistematis yang tetap peka pada konteks, bukan sekadar rangkuman kutipan.

Akhirnya, kami berharap buku ini menjadi pendamping yang menenangkan sekaligus menantang. Menenangkan, karena ia menyediakan peta langkah yang masuk akal dari merumuskan masalah hingga menyunting naskah. Menantang, karena ia mendorong pembaca mengambil posisi ilmiah yang dewasa, berani menyatidakan alasan metodologis, berani mengakui keterbatasan, dan berani menulis dengan akurasi yang dapat diuji. Bila skripsi adalah latihan memasuki komunitas ilmiah, maka latihan terbaik adalah yang membiasakan ketertiban berpikir, ketelitian teknis, dan kejujuran akademik sejak awal.

Referensi

Adler, R. H. (2022). Trustworthiness in qualitative research. Journal of Human Lactation, 38(4), 598–602. https://doi.org/10.1177/08903344221116620

Ahmed, S. K. (2023). The pillars of trustworthiness in qualitative research. Journal of Medicine, Surgery, and Public Health, 2(4). https://doi.org/10.31219/osf.io/se58y

Ahmed, S. K., Mohammed, R. A., Nashwan, A. J., Ibrahim, R. H., Abdalla, A. Q., M. Ameen, B. M., & Khdhir, R. M. (2025). Using thematic analysis in qualitative research. Journal of Medicine, Surgery, and Public Health, 6, 100198. https://doi.org/10.1016/j.glmedi.2025.100198

American Psychological Association. (2024, July 29). Informed consent guidance and templates for psychologists. https://www.apaservices.org/practice/business/management/informed-consent

American Psychological Association. (2026). Ethical Principles of Psychologists and Code of Conduct. American Psychological Association; https://www.apa.org/. https://www.apa.org/ethics/code

Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia. (2024). Asosiasi penyelenggara jasa internet Indonesia. Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia; https://apjii.or.id/. https://apjii.or.id/berita/d/apjii-jumlah-pengguna-internet-indonesia-tembus-221-juta-orang

Braun, V., & Clarke, V. (2022). Toward good practice in thematic analysis: Avoiding common problems and being (or becoming) a knowing researcher. International Journal of Transgender Health, 24(1), 1–6. https://doi.org/10.1080/26895269.2022.2129597

Byrne, D. (2021). A worked example of Braun and Clarke’s approach to reflexive thematic analysis. Quality & Quantity, 56(3), 1391–1412. https://doi.org/10.1007/s11135-021-01182-y

Cha, J. (2024). Predictors of the credibility of social media as a news outlet: An examination of the influences of social media contacts, source perceptions, and media use. International Journal on Media Management, 26(1–2), 68–93. https://doi.org/10.1080/14241277.2025.2481826

Chao, F., Zhou, Q., Zhao, J., Xu, Y., & Yu, G. (2024). Trustworthiness matters: Effect of source credibility on sharing debunking information across different rumour types. Information Processing & Management, 61(4), 103747. https://doi.org/10.1016/j.ipm.2024.103747

Cheung, G. W., Cooper-Thomas, H. D., Lau, R. S., & Wang, L. C. (2023). Reporting reliability, convergent and discriminant validity with structural equation modeling: A review and best-practice recommendations. Asia Pacific Journal of Management, 41(2), 745–783. https://doi.org/10.1007/s10490-023-09871-y

Cho, E. (2021). Neither Cronbach's alpha nor McDonald's omega: A commentary on Sijtsma and Pfadt. Psychometrika, 86(4), 877–886. https://doi.org/10.1007/s11336-021-09801-1

Cloutier, C., & Ravasi, D. (2020). Using tables to enhance trustworthiness in qualitative research. Strategic Organization, 19(1), 113–133. https://doi.org/10.1177/1476127020979329

Committee on Publication Ethics (COPE). (2025). Plagiarism in a submitted manuscript. COPE: Committee on Publication Ethics; https://publicationethics.org/. https://publicationethics.org/guidance/flowchart/plagiarism-submitted-manuscript

Dash, G., & Paul, J. (2021). CB-SEM vs. PLS-SEM methods for research in social sciences and technology forecasting. Technological Forecasting and Social Change, 173, 121092. https://doi.org/10.1016/j.techfore.2021.121092

Eshet, Y. (2025). Examining the dynamics of plagiarism: A comparative analysis before, during, and after the COVID-19 pandemic. International Journal for Educational Integrity, 21(1). https://doi.org/10.1007/s40979-024-00178-z

Hair, J. F. (2014). A primer on partial least squares structural equation modeling (PLS-SEM). SAGE

Hair, J. F., Hult, G. T., Ringle, C., Sarstedt, M., Danks, N., & Ray, S. (2021). Evaluation of Reflective Measurement Models. In Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) Using R . Springer Nature Link. https://link.springer.com/chapter/10.1007/978-3-030-80519-7_4

Haryanto, A. T. (2025). Survei APJII: Pengguna internet Indonesia 2025 tembus 229 juta jiwa. Detikcom. https://inet.detik.com/telecommunication/d-8047759/survei-apjii-pengguna-internet-indonesia-2025-tembus-229-juta-jiwa

Hastuti, H., Maulana, H. F., Lawelai, H., & Suherman, A. (2025). Algorithmic influence and media legitimacy: A systematic review of social media’s impact on news production. Frontiers in Communication, 10. https://doi.org/10.3389/fcomm.2025.1667471

Humphreys, L., Lewis, N. A., Jr., Sender, K., & Won, A. S. (2021). Integrating qualitative methods and open science: Five principles for more trustworthy research*. Journal of Communication. https://doi.org/10.1093/joc/jqab026

International Committee of Medical Journal Editors. (2026). Defining the Role of Authors and Contributors. Defining the Role of Authors and Contributors; https://www.icmje.org/. https://www.icmje.org/recommendations/browse/roles-and-responsibilities/defining-the-role-of-authors-and-contributors.html

International Committee of Medical Journal Editors. (2026). Recommendations. ICMJE; https://icmje.org/. https://icmje.org/recommendations/

JDIH. (2022). Undang-undang nomor 27 tahun 2022. https://jdih.komdigi.go.id/produk_hukum/view/id/832/t/undangundang%2Bnomor%2B27%2Btahun%2B2022

Kalkbrenner, M. T. (2024). Choosing between cronbach’s coefficient alpha, mcdonald’s coefficient omega, and coefficient H : Confidence intervals and the advantages and drawbacks of interpretive guidelines. Measurement and Evaluation in Counseling and Development, 57(2), 93–105. https://doi.org/10.1080/07481756.2023.2283637

Kemp, S. (2025a, February 25). Digital 2025: Indonesia—DataReportal—Global digital insights. DataReportal – Global Digital Insights. https://datareportal.com/reports/digital-2025-indonesia

Kemp, S. (2025b, November 5). Digital 2026: Indonesia — datareportal – global digital insights. DataReportal – Global Digital Insights. https://datareportal.com/reports/digital-2026-indonesia

Korstjens, I., & Moser, A. (2017). Series: Practical guidance to qualitative research. Part 4: Trustworthiness and publishing. European Journal of General Practice, 24(1), 120–124. https://doi.org/10.1080/13814788.2017.1375092

Li, H., & See-To, E. W. K. (2023). Source credibility plays the central route: An elaboration likelihood model exploration in social media environment with demographic profile analysis. Journal of Electronic Business & Digital Economics, 3(1), 36–60. https://doi.org/10.1108/jebde-10-2022-0038

Lin, C.-Y., & Wang, C.-C. (2025). Why do graduate students use generative AI in thesis writing? the influence of self-efficacy, time pressure, and trust. Current Psychology, 44(12), 12071–12086. https://doi.org/10.1007/s12144-025-08003-7

LSE. (2025, April). Using data from the internet and social media in research: ethics & consent. https://info.lse.ac.uk/. https://info.lse.ac.uk/staff/divisions/research-and-innovation/research/Assets/Documents/PDF/ethics-Using-internet-and-Social-media-data.pdf

Malkewitz, C. P., Schwall, P., Meesters, C., & Hardt, J. (2023). Estimating reliability: A comparison of Cronbach’s α, McDonald’s ωt and the greatest lower bound. Social Sciences & Humanities Open, 7(1), 100368. https://doi.org/10.1016/j.ssaho.2022.100368

Nugraha, F. A. (2025, August 6). APJII catat tingkat penetrasi internet Indonesia capai 80,66 persen. ANTARA. http://antaranews.com/berita/5019229/apjii-catat-tingkat-penetrasi-internet-indonesia-capai-8066-persen

Publication Ethics. (2025, April 2). Guidelines. Publicationethics.Org.Uk. https://www.publicationethics.org.uk/guidelines

Reuters Institute. (2025). Digital news report 2025. Reuters Institute for the Study of Journalism; www.odg.it. https://reutersinstitute.politics.ox.ac.uk/digital-news-report/2025

Scharp, K. M., Hintz, E. A., & Vera Zambrano, S. (2025). A special issue on qualitative theorizing and methodological advancements. Journal of Communication, 75(4), 241–243. https://doi.org/10.1093/joc/jqaf020

Schneble, C. O., Favaretto, M., Elger, B. S., & Shaw, D. M. (2020). Social media terms and conditions and informed consent from children: Ethical Analysis (Preprint). JMIR Publications Inc. https://doi.org/10.2196/preprints.22281

Shah, Z., & Wei, L. (2022). Source credibility and the information quality matter in public engagement on social networking sites during the COVID-19 crisis. Frontiers in Psychology, 13. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2022.882705

Stahl, N., & King, J. (2020). Expanding Approaches for Research: Understanding and Using Trustworthiness in Qualitative Research.

Steele, J. (2023). Indonesia. Reuters Institute for the Study of Journalism; https://reutersinstitute.politics.ox.ac.uk/. https://reutersinstitute.politics.ox.ac.uk/digital-news-report/2023/indonesia

Steele, J. (2024). Indonesia. Reuters Institute for the Study of Journalism; https://reutersinstitute.politics.ox.ac.uk/. https://reutersinstitute.politics.ox.ac.uk/digital-news-report/2024/indonesia

Steele, J. (2025). Indonesia. Reuters Institute for the Study of Journalism; https://reutersinstitute.politics.ox.ac.uk/. https://reutersinstitute.politics.ox.ac.uk/digital-news-report/2025/indonesia

Turnitin. (2026a). The similarity report. Turnitin. https://www.turnitin.co.uk/external-resources/the-similarity-report

Turnitin. (2026b). Understanding the similarity score. Turnitin Guides; https://guides.turnitin.com/. https://guides.turnitin.com/hc/en-us/articles/23435833938701-Understanding-the-similarity-score

Von Unger, H. (2021). Ethical reflexivity as research practice. Historical Social Research / Historische Sozialforschung, 46(2), 186–204. https://doi.org/10.2307/27032978

Yadav, D. (2021). Criteria for good qualitative research: A comprehensive review. The Asia-Pacific Education Researcher, 31(6), 679–689. https://doi.org/10.1007/s40299-021-00619-0

Di balik setiap halaman skripsi, ada dua dunia yang sering dipisahkan: dunia angka yang menuntut ketegasan, dan dunia cerita yang menyimpan kedalaman. Buku SKRIPSI YANG BERCERITA: Menjelajahi Dunia Kualitatif dan Kuantitatif hadir sebagai ajakan untuk menyatukan keduanya agar penelitian tidak hanya benar secara teknis, tetapi juga bermakna bagi manusia dan konteksnya. Buku ini disusun secara bertahap dan aplikatif. Buku ini memandu pembaca sejak merumuskan masalah, menajamkan pertanyaan riset, memilih desain dan metode yang sesuai, hingga mengolah data, menyajikan temuan, serta menulis pembahasan yang logis, jernih, dan dapat ditelusuri.  Pembaca diajak memahami bahwa kuantitatif bukan sekadar hitung-hitungan, melainkan cara membaca pola dan hubungan. Sementara itu, kualitatif bukan sekadar bercerita, melainkan cara menafsirkan pengalaman dan makna dengan disiplin. Keduanya bertemu dalam keterampilan menulis ilmiah yang rapi, berargumen, dan beretika. Lebih dari sekadar kumpulan langkah, buku ini menekankan integritas akademik, ketertiban sitasi, transparansi proses, dan keberanian mengakui keterbatasan. Hal ini bertujuan agar skripsi menjadi karya yang layak dipercaya, bukan sekadar dokumen kelulusan. Buku ini ditujukan bagi mahasiswa, dosen pembimbing, peneliti pemula, dan siapa pun yang ingin menulis skripsi dengan napas yang hidup. Buku ini menjadi kompas praktis sekaligus reflektif untuk menjaga makna di tengah derasnya data, sehingga penelitian tetap manusiawi, bertanggung jawab, dan relevan.

##catalog.published##

May 25, 2026

##series.series##

##catalog.categories##